web stats

Senin, 03 Februari 2014

PIDATO SASTRAWAN KURANG MENDAPAT APRESIASI


Nama:Fauzy Ahmad Hidayat, NIM:511 200 211 (2013/2014)

SASTRAWAN KURANG MENDAPAT APRESIASI
Asalamualaikum wr wb, selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua, yang terhormat ibu Netti Yuniarti,M.Pd selaku dosen pengampu Mata Kuliah Retorika beserta teman-teman yang saya banggakan, terimakasih sebelumnya telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menyampaikan pidato saya yang bertemakan Sastrawan kurang mendapatkan apresiasi.
Berbicara tentang Sastrawan, Sastrawan yaitu sebutan untuk orang yang ahli dalam menulis seni bahasa yang mengandung nilai-nilai kebaikan dengan bahasa yang indah dan memiliki makna yang dalam berdasarkan pengalaman jiwa manusia serta disusun dengan bahasa yang indah sehingga mencapai nilai estetika yang tinggi.
Sastrawan di Indonesia ini kebanyakan kurang mendapatkan apresiasi dari pemerintah, pemerintah sangat kurang memperhatikan terhadap hasil-hasil yang dibuat oleh sastrawan baik itu berupa Novel,puisi,cerpen dan lain sebagainya yang berkaitan dengan sastra, kebanyakan yang diperhatikan oleh mereka itu dari sektor pariwisata,hasil bumi,dan perkebunan-perkebunan yang lebih menguntungkan dari sisi perekonomian daripada memperhatikan nilai-nilai sastra yang lebih menyentuh kehidupan manusia.
              Lain halnya dengan Negara lain, Sastra bagi negara komunis China sudah mendapat apresiasi lebih dari pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan sastrawan mereka Mo Yan, dan orang China kedua yang terpilih menjadi penerima Penghargaan Nobel Kesusasteraan dikancah internasional pada tahun 2012 ini dengan karya-karyanya yang mengubah persepsi orang mengenai realitas kehidupan.
              Jika kita perhatikan saat ini Banyak sastrawan kita yang kurang diapresiasi oleh pemerintah.Hal ini perlu diperhatikan lagi oleh pemerintah, karena bisa memicu turunnya peringkat Indonesia khususnya di bidang sastra, padahal sastra merupakan sesuatu yang sangat penting dalam sebuah Negara.
                            Sastra bukan hanya memberikan bacaan wacana semata namun sastra juga memberikan ruh jiwa Bangsa ini sebab satra tidak pernah mengajarkan pada bangsa sesuatu yang kotor, justru sastra selalu memberikan suara kepribadian bangsa yang luhur, budaya luhur dan cinta Tanah Air.
              Demikianlah pidato dari saya, apabila saya dalam menyapaikan pidato ada kekurangan itu berasal dari diri saya pribadi, kesempurnaan itu karna allah ta’ala. Saya akhiri asalamualaikum wr wb.



Sastrawan kurang mendapatkan apresiasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar