Nama:Fauzy Ahmad Hidayat, NIM:511 200 211 (2013/2014)
SASTRAWAN KURANG
MENDAPAT APRESIASI
Asalamualaikum wr wb,
selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua, yang terhormat ibu Netti
Yuniarti,M.Pd selaku dosen pengampu Mata Kuliah Retorika beserta teman-teman yang
saya banggakan, terimakasih sebelumnya telah memberikan kesempatan kepada saya
untuk menyampaikan pidato saya yang bertemakan Sastrawan kurang mendapatkan
apresiasi.
Berbicara tentang Sastrawan, Sastrawan yaitu sebutan untuk orang yang ahli
dalam menulis seni bahasa yang mengandung nilai-nilai
kebaikan dengan bahasa yang indah dan memiliki makna yang dalam berdasarkan
pengalaman jiwa manusia serta disusun dengan bahasa yang indah sehingga
mencapai nilai estetika yang tinggi.
Sastrawan
di Indonesia ini kebanyakan kurang
mendapatkan apresiasi dari pemerintah, pemerintah sangat kurang memperhatikan
terhadap hasil-hasil yang dibuat oleh
sastrawan baik itu berupa Novel,puisi,cerpen dan lain sebagainya yang berkaitan
dengan sastra, kebanyakan yang diperhatikan oleh mereka itu dari sektor
pariwisata,hasil bumi,dan perkebunan-perkebunan yang lebih menguntungkan dari
sisi perekonomian daripada memperhatikan nilai-nilai sastra yang lebih
menyentuh kehidupan manusia.
Lain
halnya dengan Negara lain, Sastra bagi negara
komunis China sudah mendapat apresiasi
lebih dari pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan sastrawan mereka Mo
Yan, dan orang China kedua yang terpilih menjadi penerima Penghargaan Nobel
Kesusasteraan dikancah internasional pada
tahun 2012 ini dengan karya-karyanya yang mengubah persepsi orang mengenai
realitas kehidupan.
Jika
kita perhatikan saat ini Banyak sastrawan kita
yang kurang diapresiasi oleh pemerintah.Hal
ini perlu diperhatikan lagi oleh
pemerintah, karena bisa memicu
turunnya peringkat Indonesia khususnya di bidang sastra, padahal sastra merupakan sesuatu yang
sangat penting dalam sebuah Negara.
Sastra bukan hanya memberikan
bacaan wacana semata namun sastra juga memberikan ruh jiwa Bangsa ini sebab satra
tidak pernah mengajarkan pada bangsa sesuatu yang kotor, justru sastra selalu
memberikan suara kepribadian bangsa yang luhur, budaya luhur dan cinta Tanah
Air.
Demikianlah
pidato dari saya, apabila saya dalam menyapaikan pidato ada kekurangan itu
berasal dari diri saya pribadi, kesempurnaan itu karna allah ta’ala. Saya
akhiri asalamualaikum wr wb.
Sastrawan kurang
mendapatkan apresiasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar