Tugas Individu
mengangkat sebuah kasus kemudian dianalisis
1.
Fasilitas
dan kuantitas pendidikan di Kalimantan Barat dan dampaknya terhadap kurangnya
semangat Individu.
Berdasarkan
UUD 1945 Pasal 31 dan UU No 23 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Salah satu prinsip gerakan reformasi dalam pendidikan adalah pendidikan
diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran
serta mereka dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan. Pertanyaannya
adalah apakah sistem pendidikan yang diselenggarakan oleh para pemangku
kebijakan telah berlandaskan kepada ketetapan undang-undang tersebut? Jika kita
melihat realita yang terjadi saat ini bahwa sistem pendidikan yang diterapkan
oleh pemerintah belum sesuai dengan konstitusi negara Indonesia. Mengapa
demikian?
Pertama,
Pemerintah masih belum serius menangani masalah akses pendidikan di Kalimantan
Barat. Seperti kita ketahui bersama, Kalimantan Barat merupakan provinsi yang
sebagian besar terdiri atas perairan. Maka akses antar daerah di Kalimantan
Barat sebagian besar menggunakan transportasi sungai.
Kedua,
mutu pendidikan di Kalimantan Barat masih terbilang rendah. Hal tersebut
terbukti dengan out put (keluaran) yang di produksi di Kalimantan Barat belum
menunjukkan tingkat keberhasilan pendidikan.
Ketiga,
pemerintah masih belum maksimal dalam mengelola pendidikan di Kalimantan Barat.
Salah satu bukti kuat yang mendukung pernyataan tersebut adalah belum seriusnya
pemerintah dalam menyimbangkan pendidikan umum dengan pendidikan keagamaan.
Baik itu dalam hal sarana dan prasarana maupun dalam hal financial.
Selain
ketiga permasalahan di atas saya juga masih sangat prihatin dengan pendidikan
yang ada di perbatasan Kalimantan barat-malaysia.
Saya
melihat ditelevisi betapa menyedihkannya
keadaan putra-putri Indonesia di wilayah perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia,
yang harus dihadapkan pada kenyataan, bekerja untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari atau menempuh pendidikan untuk memperoleh ilmu.
Dibalik
semuanya, masalah perekonomian adalah masalah yang sangat mendasar. Karena
keadaan ekonomi-lah yang seringkali
memaksa putra-putri daerah untuk meninggalkan pendidikan demi mencari
uang. Kasus seperti ini memerlukan perhatian khusus dari pemerintah karena
menjadi faktor terbesar rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia, Sudah
seharusnya pemerintah memberikan fasilitas pendidikan yang memadai sehingga
meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut. Sekolah gratis
adalah jawaban bagi mereka yang tidak mampu. Dengan anggaran pendidikan yang
telah disediakan pemerintah, sekolah gratis bukan tidak mungkin terlaksana.
Hak
yang paling mendasar yang bisa dilakukan pemerintah adalah pendekatan untuk
merangkul masyarakat, menjelaskan bahwa pendidikan sangat diperlukan untuk
meningkatkan taraf hidup di masa depan.
Untuk itu pemerintah harus menyediakan fasilitas pendidikan yang cukup, serta menyediakan
tenaga pengajar berkualitas yang mampu mentransfer ilmu yang dimiliki kepada
anak didik. Lalu, menyediakan sarana dan prasarana pendukung, seperti akses
jalan yang baik sehingga masyarakat mudah menjangkau banyak tempat, menyediakan
akses listrik dan air bersih sehingga membangkitkan gairah hidup masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar