Korupsi di Indonesia seperti Fenomena Gunung Es
Jakarta - Deputi bidang Pemberantasan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Wirzal Yanuar menilai, korupsi di Indonesia ibarat gunung es.
Terlihat permukaannya namun sulit diberantas. Semakin dibongkar, kasus korupsi bahkan semakin banyak.
"Korupsi di Indonesia ibarat gunung es, hanya kelihatan atasnya saja. Apa yang salah di republik ini? Karena semakin dibongkar, korupsi ini semakin banyak," katanya dalam diskusi bertema "Caleg dan Pencegahan Korupsi" di kantor DPP PPP, Jakarta, Rabu (20/3).
Saking banyaknya kasus korupsi, ujar Wirzal, korupsi dipandang sebagai kasus yang biasa. Bahkan cenderung menjadi habit (kebiasaan) bagi pejabat negara.
"Korupsi dipandang sebagai kebiasaan, atau sebagai mismanajemen dimana negara dirugikan. Dan korupsi harus diberantas," jelasnya.
Adapun beberapa kendala yang dialami penegak hukum dalam pemberantasan korupsi adalah, pelaku intelektual seringkali tidak terlibat langsung dalam kejahatan yang dilakukan, serta terlibatnya aparat hukum dalam kasus korupsi. "Sehingga, hukum seringkali tertinggal dari kejahatan," ujarnya.
Namun demikian, terdapat instrumen yang dapat mempercepat atau membantu pengungkapan kasus korupsi yakni, menelusuri aset yang dimiliki tersangka korupsi.
"Paradigma baru memberantas korupsi adalah mengikuti aliran uangnya tanpa diketahui si tersangka," jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar