web stats

Jumat, 20 September 2013

Aspek-Aspek Dalam Membaca


KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan Makalah yang berjudul ”Hubungan membaca dengan menulis” .Makalah ini diajukan untuk memenuhi Tugas mata kuliah Membaca 2. Penulis dalam menyusun makalah ini banyak mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak terutama kepada Ibu Adisti primi wulan,M.Pd Selaku dosen pengasuh mata kuliah Membaca 2. Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan makalah ini. Namun, apabila masih terdapat kekurangan, penulis mohon maaf. Oleh sebab itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang besifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Pontianak, Juni 2013 Penulis. `DAFTAR ISI Kata pengantar................................................................................................... i Daftar isi............................................................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang....................................................................................... 1 B. Rumusan masalah................................................................................ 2 C. Tujuan .................................................................................................... 2 D. Manfaat ................................................................................................. 2 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian membaca............................................................................... 3 B. Tujuan membaca..................................................................................... 3 C. Aspek-aspek dalam membaca.............................................................. 3 D. Hubungan Membaca Dengan Menulis................................................ 6 BAB III PENUTUP A. kesimpulan................................................................................................ 7 B. saran.......................................................................................................... 7 DAFTAR PUSTAKA..................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Membaca merupakan sebuah proses kegiatan untuk memperoleh informasi. Dengan membaca kita dapat mengetahui sesuatu yang belum kita ketahui, membaca juga memberikan wawasan yang luas terhadap pengetahuan kita. Begitu banyak manfaat membaca, namun kegiatan ini sangat sulit untuk di jadikan rutinitas sehari-hari. Membaca mempunyai peranan sosial yang amat penting dalam kehidupan manusia sepanjang masa. Yang dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan informasi, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. (Goodman, 1982; Smith, 1988), pembaca fasih menciptakan hipotesis terhadap teks yang akan mereka baca didasarkan pada apa yang sudah mereka baca, pengetahuan mereka dalam bidang itu, dan pengetahuan mereka akan bahasa, dan hanya menggunakan aspek tercetak yang mereka perlukan untuk menegaskan hipotesis mereka itu. Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis ini maka sang penulis harus terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosa kata. Keterampilan menulis ini tidak akan datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktek yang banyak dan teratur. Hunting (1967) memaparkan riset untuk disertasi yang menunjukkan bahwa kuantitas tulisan tidak berkaitan dengan kualitas tulisan. Banyak sekali kajian yang menunjukkan bahwa meningkatnya kuantitas tulisan tidak mempengaruhi kualitas tulisan. Nah, tentang gaya tulisan berasal dari membaca bukan dari menulis, sejalan dengan yang diketahui tentang kemahiran berbahasa. Kemahiran berbahasa diperoleh melalui masukan (input), bukan keluaran (output), dari pemahaman, bukan hasil. Dengan demikian, jika Anda menulis satu halaman sehari, gaya tulisan Anda tidak akan meningkat. B. Rumusan masalah a. Apakah pengertian membaca dan menulis? b. Apakah tujuan dari membaca dan menulis? c. Bagaimana hubungan antara membaca menulis? C. Tujuan penulisan Disamping untuk memenuhi tugas mata kuliah Membaca 2, tujuan saya menyusun makalah ini yaitu untuk Mempelajari hubungan keterampilan membaca dengan menulis. D. Manfaat Penulisan. Penyusunan makalah ini tentunya saya harapkan dapat bermanfaat bagi kita semua dalam memperluas pengetahuan mengenai keterampila membaca. Khususnya bagi mahasiswa, semoga dapat dijadikan sebagai bahan kajian belajar dalam rangka meningkatkan prestasi diri dan meningkatkan kualitas membaca. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian membaca Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan dan informasi, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Dari segi linguistik, membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi (a recording and decoding process), berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan penyandian (encoding). Sebuah aspek pembacaan sandi (decoding) adalah menghubungkan kata-kata tulis (written word)dengan makna bahasa lisan (oral language meaning) yang mencakup pengubahan tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna. ( Anderson 1972 : 209-210 ). B. Tujuan membaca Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. C Aspek-Aspek Dalam Membaca Secara garis besarnya terdapat dua aspek penting dalam membaca, yaitu: 1. Keterampilan yang bersifat mekanis (mechanical skills) yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih rendah (lower order). Aspek ini mencakup: a. Pengenalan bentuk huruf. b. Pengenalan unsur-unsur linguistik (fonem/grofem, kata, frase, pola klause, kalimat,dll) c. Kecepatan membaca bertaraf lambat. 2. Keterampilan yang bersifat pemahaman (comprehension skills) yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih tinggi (higher order). Aspek ini mencakup: a. memahami pengertian sederhana (leksikal, gramatikal, retorikal). b. memahami signifikansi atau makna. c. evaluasi atau penilaian (isi, bentuk). d. Kecepatan membaca yang fleksibel, yang mudah disesuaikan dengan keadaan. Di tinjau Dari Segi Terdengar Atau Tidaknya Suara Dalam Membaca. Maka proses membaca dibagi atas: 1. Membaca Nyaring Membaca nyaring adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran dan perasaan seorang pengarang. Membaca nyaring yang baik menuntut agar si pembaca memiliki kecepatan mata yang tinggi serta pandangan mata yang jauh, karena dia haruslah melihat pada bahan bacaan untuk memelihara kontak mata dengan para pendengar. 2. Membaca dalam hati Pada saat membaca dalam hati, kita hanya mempergunakan ingatan visual (visual memory), yang melibatkan pengaktifan mata dan ingatan. Tujuan utama membaca dalam hati (silent reading) adalah untuk memperoleh informasi.(Cole 1950 : 244-245). Membaca dalam hati dibagi menjadi 2, yaitu: a. Membaca Ekstensif Membaca ekstensif berarti membaca secara luas. Obyeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin.oleh karena itu yang menjadi tujuan dan tuntutan kegiatan membaca ekstensif adalah untuk memahami isi ang penting-penting dengan cepat dan dengan demikian membaca secara edisien dapat terlaksana.( Broughton cs 1978 : 92 ). Membaca ekstensif terbagi menjadi tiga, yaitu : 1. Membaca survei Sebelum kita mulai membaca maka biasanya kita meneliti terlebih dahulu apa-apa yang akan kita telaah. Kita mensurvei bahan bacaan yang akan dipelajari, yang akan ditelaah, dengan jalan : memeriksa, meneliti indeks-indeks daftar kata-kata yang terdapat dalam buku-buku, judul-judul bab yang terdapat dalam buku-buku yang bersangkutan. 2. Membaca sekilas Membaca sekilas atau skimming adalah sejenis membaca yang membuat mata kita bergerak dengan cepat melihat, memperhatikan bahan bahan tertulis untuk mencari serta mendapatkan informasi, penerangan. Ada tiga tujuan utama dalam membaca sekilas, yaitu: a. Untuk memperoleh suatu kesan umum dari suatu buku atau artikel, tulisan singkat. b. Untuk menemukan hal tertentu dari suatu bahan bacaan. c. Untuk menemukan/menempatkan bahan yang diperlukan dalam perpustakaan. 3. Membaca dangkal Membaca dangkal atau superficial reading pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh pamahaman yang dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. Membaca superficial ini biasanya dilakukan bila kita membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang mendatangkan kebahagiaan diwaktu senggang. Misalnya cerita pendek, novel ringan dan sebagainya.(Broughton 1978 : 92 ) . B. Membaca intensif Yang dimaksud dengan membaca intensif atau intensive reading adalah studi seksama, telaah teliti, dan penanganan. Kuesioner, latihan pola-pola kalimat, latihan kosa kata, telaah kata-kata, dikte dan diskusi umum merupakan bagian dan teknik membaca intensif. ( Brooks 1964 : 172-173 ). D. Hubungan Membaca Dengan Menulis. Dalam memperoleh keterampilan berbahasa biasanya kita melalui suatu hubungan urutan yang teratur mula-mula pada masa kecil kita belajar menyimak/ mendengarkan bahasa, kemudian berbicara, sesudah itu kita membaca dan menulis. Berikut ini merupakan hubungan membaca dengan menulis. Seorang politikus inggris abad ke-18, Gordon Smith menyatakan bahwa: “Membaca tampa menulis, ibarat harta menumpuk tanpa dimanfaatkan. Menulis tanpa membaca, ibarat mengeruk air dari sumur kering. Tidak membaca dan tidak menulis, ibarat ibarat orang tak berharta jatuh kedalam sumur penuh air.” Jadi jelas sekali hubungan membaca dengan menulis tersebut sangat berkaitan. BAB III PENUTUP A. Simpulan Bedasarkan dari kegiatan membaca yang saya lakukan, ternyata banyak hal yang dapat saya pelajari maupun yang saya ketahui. Saya dapat mengatasi bagaimana cara menyikapi kesulitan atau kendala pada saat membaca, saya juga dapat belajar bagaimana cara bebicara dihadapan orang banyak dengan baik, sehingga apa yang saya sampaikan dapat dipahami oleh pendengar. B. Saran Pada saat kita membaca hendaknya kita mengetahui hal-hal apa yang dapat menghambat kegiatan membaca kita, kemudian kita belajar untuk mengatasinya. Begitu juga dengan menginformasika hasil bacaan, kita harus belajar bagaimana cara menginfomasikan hasil bacaan yang kita baca dengan baik, sehingga pesan yang kita sampaikan dapat dipahami oleh para pendengar. DAFTAR PUSTAKA Tarigan, henry gutur. 1979. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: FKSS-IKIP. Kuncoco, mudrajad. 2009. Mahir Menulis. Yogyakarta: Erlangga. Tarigan, Henry Guntur. 1987. MEMBACA. Bandung : ANGKASA. Tarigan, Henry Guntrur . 1982 .MENULIS.Bandung : ANGKASA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar