web stats

Kamis, 04 April 2013

Taman Nasional Gunung Palung kalimantan barat


Taman Nasional Gunung Palung kalimantan barat Taman Nasional Gunung Palung merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki keaneka-ragaman hayati bernilai tinggi, dan berbagai tipe ekosistem antara lain hutan mangrove, hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan pamah tropika, dan hutan pegunungan yang selalu ditutupi kabut. Taman nasional ini merupakan satu-satunya kawasan hutan tropika Dipterocarpus yang terbaik dan terluas di Kalimantan. Sekitar 65 persen kawasan, masih berupa hutan primer yang tidak terganggu aktivitas manusia dan memiliki banyak komunitas tumbuhan dan satwa liar. Seperti daerah Kalimantan Barat lain, umumnya kawasan ini ditumbuhi oleh jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), damar (Agathis borneensis), pulai (Alstonia scholaris), rengas (Gluta renghas), kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), Bruguiera sp., Lumnitzera sp., Rhizophora sp., Sonneratia sp., ara si pencekik, dan tumbuhan obat. Tumbuhan yang tergolong unik di taman nasional ini adalah anggrek hitam (Coelogyne pandurata), yang mudah dilihat di Sungai Matan terutama pada bulan Februari-April. Daya tarik anggrek hitam terlihat pada bentuk bunga yang bertanda dengan warna hijau dengan kombinasi bercak hitam pada bagian tengah bunga, dan lama mekar antara 5-6 hari. Tercatat ada 190 jenis burung dan 35 jenis mamalia yang berperan sebagai pemencar biji tumbuhan di hutan. Semua keluarga burung dan kemungkinan besar dari seluruh jenis burung yang ada di Kalimantan, terdapat di dalam hutan taman nasional ini. Satwa yang sering terlihat di Taman Nasional Gunung Palung yaitu bekantan (Nasalis larvatus), orangutan (Pongo satyrus), bajing tanah bergaris empat (Lariscus hosei), kijang (Muntiacus muntjak pleiharicus), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), beruk (Macaca nemestrina nemestrina), klampiau (Hylobates muelleri), kukang (Nyticebus coucang borneanus), rangkong badak (Buceros rhinoceros borneoensis), kancil (Tragulus napu borneanus), ayam hutan (Gallus gallus), enggang gading (Rhinoplax vigil), buaya siam (Crocodylus siamensis), kura-kura gading (Orlitia borneensis), dan penyu tempayan (Caretta caretta). Tidak kalah menariknya keberadaan tupai kenari (Rheithrosciurus macrotis) yang sangat langka, dan sulit untuk dilihat. Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi: Pantai Pulau Datok dan Bukit Lubang Tedong. Wisata bahari dan berenang Gunung Palung (1.116 m. dpl) dan Gunung Panti (1.050 m. dpl). Pendakian, air terjun, pengamatan tumbuhan/satwa dan berkemah. Cabang Panti. Pusat penelitian dengan fasilitas stasiun penelitian, wisma peneliti dan perpustakaan. Kampung Baru. Pengamatan satwa bekantan. Sungai Matan dan Sungai Simpang. Menyelusuri sungai, pengamatan satwa dan wisata budaya (situs purbakala). Atraksi budaya di luar taman nasional: Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d September setiap tahunnya. Cara pencapaian lokasi : Dari Ketapang (plane) selama 1,5 jam, atau dengan kapal motor antara 6-7 jam, dilanjutkan ke Sukadana (kendaraan roda empat) sekitar dua jam. Dari Sukadana ke lokasi melalui Sungai Meliya dengan longboat (bandong) sekitar empat jam. Pontianak - Teluk Batang (speed boat) empat jam dan dilanjutkan ke Teluk Melano (kendaraan roda dua) sekitar satu jam. Pontianak - Teluk Melano (speed boat) antara 9-10 jam.

Tempat Wisata Kabupaten Ketapang Kalimantan BaratTempat Wisata Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat


Tempat Wisata Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat Pulau Sawi Pulau Sawi termasuk dalam Kendawangan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Pulau Sawi kaya akan kehidupan laut dan pemandangan alam yang indah. Sejak tahun 2009, kabupaten Ketapang mulai membenahi obyek wisata ini dan menjadikannya sebagai obyek pariwisata di Ketapang, Kalimantan Barat. Ketapang memiliki sekelompok pulau-pulau kecil. Pulau-pulau kecil yang memiliki potensi besar sebagai objek wisata, dari pemandangan yang masih alami dengan kekayaan sumber daya, khususnya sumber daya laut. Salah satu pulau yang memiliki potensi tersebut adalah Pulau Sawi. Pulau yang dihuni oleh sekitar 20 kepala rumah tangga. Komunitas masyarakat Pulau Sawi umumnya bekerja sebagai nelayan dan memancing. Kadang-kadang mereka mencari mutiara laut. Di Pulau Sawi, Anda dapat menikmati pemandangan yang menakjubkan, seperti pasir putih yang terletak di sepanjang pantai, kehidupan biota laut, dan tradisi lokal. Air laut yang jernih layaknya kristal, sehingga membuat kehidupan tanaman dan hewan di bawah permukaan laut tampak terlihat jelas. Tak heran kalau pulau ini mendapat julukan “Pulau Bidadari”. Biota laut di Kepulauan ini adalah rumput laut, udang kipas, kepiting raja, penyu belimbing, penyu sisik, penyu hijau, mutiara, dan beberapa jenis ikan. Selain menikmati pemandangan alam yang eksotis, Anda juga dapat melakukan berbagai kegiatan wisata alam seperti berkemah, lintas alam untuk menjelajahi pulau, menyelam, berenang, atau memancing. Ketapang memiliki sekelompok pulau-pulau kecil yang memiliki potensi besar sebagai objek wisata, dengan pemandangan dan sumber daya alam yang masih alami, khususnya sumber daya laut. Dan Pulau Sawi adalah salah satunya. Akses Selain penduduk setempat yang ramah, pulau ini juga mudah diakses dari kota Ketapang dengan berbagai jenis transportasi yang tersedia. Akses ke transportasi ke Pulau Sawi tidak terlalu sulit. Anda terlebih dahulu harus melakukan perjalanan menuju Sungai Tengar, Desa Blossom Sari, Kecamatan Kendawangan yang terletak sekitar 70 km utara dari Kota Ketapang. Perjalanan ke Sungai Tengar dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat atau bus umum. Kemudian perjalanan disambung dengan perahu motor (motor boat) yang banyak disewakan oleh penduduk setempat. Perjalanan dengan perahu motor memakan waktu sekitar 1 jam. Untuk memudahkan transportasi ke pulau ini, pemerintah juga telah membangun dermaga kecil untuk perahu motor yang akan transit ke pulau itu. Akomodasi dan Fasilitas Di Pulau Sawi, Anda dapat mendirikan kemah untuk tinggal sambil menikmati pemandangan alam atau anda juga dapat menyewa home stay yang berdiri disekitar Pulau. Selain itu bagi Anda yang ingin berperahu di sekitar pulau, Anda dapat menyewa perahu lokal yang tersedia di sekitar pulau. Pantai Air Mata Permai Objek Wisata Pantai Air Mata Permai yang berada di Desa Sungai Awan Kanan kabupaten Ketapang Kalimantan Barat,Pantai Air Mata Permai merupakan salah satu pantai yang sangat indah di Ketapang. Selain hamparan pasir putihnya, vegetasi flora dan fauna yang terdapat di pantai tersebut juga sangat menarik bagi para pengunjung. Vegetasi hutan bakau (Rhizophora sp, Bruiguera sp,) masih cukup terpelihara dengan habitat burung pantai yang sangat eksotik. Lokasi Pantai Air Mata Permai ini terletak 10 km dari Kota Ketapang. Pantai Air Mata Permai ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua dan roda empat dengan waktu tempuh kurang lebih sekitara 10 menit. Obyek wisata Pantai Air Mata Permai yang luasnya mencapai 100 hektar ini didominasi oleh hutan mangrove yang masih lengkap dan merupakan tempat pengamatan bagi satwa burung. Ada sekitar 27 jenis burung yang ditemukan sekitar pantai Air Mata Permai ini, antara lain butorides satriatus, haliastur indus, haliaetus leucogaster, numenius arquata, numenius phaeopus, tringa cinereus, tringa hypoleucos, streptopelia chinensis, pelargopsis capensis dan lain-lain. Selain berekreasi, di pantai Air Mata Permai ini pengunjung dapat melakukan berbagai aktifitas lainnya seperti olah raga pantai, camping, out bound dan menyaksikan saat mata hari terbenam. Objek Wisata Pantai Tanjung Dambus Objek Wisata Pantai Tanjung Dambus/Pulau Sempadi berada di Desa Kuala Tolak Kecamatan Matan Hilir Utara Ketapang Kalimantan Barat yang mempunyai Jarak Tempuh sekitar 60 Km dari Kota Ketapang.untuk menuju Pantai Tanjung Dampus dapat menggunakan Kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, kemudian dilanjutkan dengan kapal klotok/motor air menuju gugusan pantai Tanjung Dampus dengan Waktu Tempuh sekitar 90 menit melalui jalan daratan, dan ditambah 30 menit melauli jalan perairan.pantai tanjung dampus mempunyai luas sekitar 100 Ha.banyak Fasilitas yang dimiliki pantai tanjung dampus,dan bila wisatawan berada di pantai tanjung dampu,wisatawan dapat melakukan kegiatan seperti:melihat Sunset, bird watching, tracking, berenang, penelitian alam, out bond, snorkel, memancing, camping, selancar/berlayar. Keunikan yang dimiliki pantai tanjung dampus adalah,pantai yang Masih alami dan masih banyaknya burung-burung endemik, serta tumbuh-tumbuhan langka yang menghuni kawasan ini, juga sebagai tempat wisata kuliner jika musim durian tiba. Terletak di muara sungai Kuala Tolak, dan dapat ditempuh hanya 30 menit dengan kapal klotok/motor air, sehingga cocok untuk wisatawan yang senang berpetualang. Pantai Celincing Pantai Celincing ini terletak di Desa Suka Baru, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang. Berjarak kurang lebih 10 Km dari Kota Ketapang, selain potensi wisata pantai, Celincing juga berpotensi besar menjadi objek wisata mancing dan pengamatan burung. Istana Muliakarta Istana Muliakarta terdapat di Desa Muliakarta, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Pantai Tanjung Belandang Pantai Tanjung Belandang terletak di Sungai Awan kabupaten Ketapang Kalimantan Barat Pantai Tanjung Batu Kec. Matan Hilir Selatan Salah satu obyek wisata yang menarik di Kabupaten Ketapang adalah obyek wisata Pantai Tanjung Batu terletak kurang lebih 60 kilometer dari kota Ketapang . Pada saat hari lebaran dan libur pantai ini menjadi sasaran warga untuk berlibur. Lokasinya terletak di desa Sei. Nanjung 25 kilometer dari ibukota Kota Pesaguan kecamatan Matan Hilir Selatan . Pantai ini dapat dijangkau dengan jalan darat ,menggunakan kendaraan roda dua dan empat, dengan kondisi jalan yang mulus. Keindahan yang paling menonjol dari pantai ini adalah batu-batu yang terdapat di tepi pantai. banyak dari batu-batu yang memagari kawasan pantai ini, oleh karena itu di sebut Tanjung batu. Dilokasi ini terdapat hamparan pasir putih, batu-batu yang menjorok ke laut, deretan pohon cemara disepanjang pinggiran jalan. Pada musim-musim tertentu banyak terdapat telur penyu., beberapa pulau tak jauh dari pantai Tanjung batu ini. Di daratannya terdapat bukit bukit kecil, sayang bukit ini sudah diekploitasi untuk diambil tanahnya sebagai tanah urukan. Di kawasan pantai juga terdapat padang dua belas yang merupakan hamparan pasir kwarsa dengan vegetasi hutan gelam, karimunting, kantong semar dan padang rumput. Salah satu keunggulan dari Pantai Tanjing Batu Yaitu : Sirkuit Pantai Tanjung Batu Bertaraf Nasional Siap gelar Event Grasstrack Sircuit dengan panjang lintasan 1200 meter yang ada di Pantai Tanjung Batu Ketapang, saat ini sudah siap digunakan untuk digelar event. Lintasan yang cukup menantang dan indah dipandang tersebut, menurut Haidar Mubarak sudah dapat dikatakan bertaraf nasional. Rencananya, untuk pertama kali grasstrack championship spektakuler akan di gelar di sirkuit Pantai Tanjung Batu Ketapang.

SEJARAH SINGKAT KABUPATEN KETAPANG


SEJARAH SINGKAT KABUPATEN KETAPANG Pada masa pemerintah Hindia Belanda, sejak tahun 1936 Kabupaten Ketapang adalah salah satu daerah Afdeling, yaitu merupakan bagian karesidenan Kalimantan Barat (Residentis Westerm Afdeling Van Borneo) dengan pusat pemerintahannya di Pontianak. Kabupaten Ketapang pada waktu itu dibagi menjadi tiga Onder Afdeling yang dipimpin oleh seorang Wedana, yaitu : 1. Onder Afdeling Sukadana di Sukadana terdiri dari 3 (tiga) Onder Distrik yaitu : a. Onder Distrik Sukadana b. Onder Distrik Simpang Hilir c. Onder Distrik Simpang Hulu 2. Onder Afdeling Matan Hilir di Ketapang terdiri dari 2 (dua) Onder Distrik yaitu : a. Onder Distrik Matan Hilir b. Onder Distrik Kendawangan 3. Onder Afdeling Matan Hulu di Nanga Tayap terdiri dari 4 (empat) Onder Distrik yaitu : a. Onder Distrik Sandai b. Onder Distrik Nanga Tayap c. Onder Distrik Tumbang Titi d. Onder Distrik Marau Afdeling Ketapang sendiri dibagi menjadi 3 (tiga) kerajaan yang dipimpin oleh seorang Panembahan, yaitu : 1. Kerajaan Matan : - Onder Afdeling Matan Hilir - Onder Afdeling Matan Hulu 2. Kerajaan Sukadana : - Onder Afdeling Sukadana 3. Kerajaan Simpang : - Onder Afdeling Simpang Hilir - Onder Afdeling Simpang Hulu Sampai dengan tahun 1942 kerajaan diatas masing-masing dipimpin oleh : 1. Gusti Muhammad Saunan di Kerajaan Matan 2. Tengku Betung di Kerajaan Sukadana 3. Gusti Mesir di Kerajaan Simpang. Setelah masa pemerintahan Hindia Belanda berakhir dengan datangnya Jepang tahun 1942, Kabupaten Ketapang masih dalam status Afdeling. Perbedaannya terletak pada pimpinannya yang diambil alih langsung oleh Jepang. Setelah masa kemerdekaan Republik Indonesia, dimana masih terjadi perebutan kekuasaan dengan pihak Pemerintah Belanda (NICA), bentuk pemerintahan di Ketapang masih tetap dipertahankan sebagaimana sebelumnya yaitu berstatus Afdeling yang disempurnakan dengan Staatsblad 1948 No. 58 dengan pengakuan adanya pemerintahan swapraja. Pada waktu itu Ketapang dibagi menjadi 3 (tiga) daerah swapraja, yaitu : Sukadana, Simpang dan Matan yang kemudian digabung menjadi sebuah federasi. Pada masa pemerintahan Republik Indonesia, menurut Undang-undang No. 25 tahun 1956 maka Kabupaten Ketapang mendapat status sebagai bagian daerah otonom Propinsi Kalimantan Barat yang dipimpin oleh seorang Bupati sebagai Kepala Daerah. Kabupaten Ketapang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1953 Nomor 9) sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1820). Selanjutnya berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2007 tentang pembentukan Kabupaten Kayong Utara di Propinsi Kalimantan Barat, maka sejak tanggal 26 Juni 2007, 5 (lima) wilayah kecamatan di Kabupaten Ketapang dimekarkan menjadi satu kabupaten baru dengan nama Kabupaten Kayong Utara. Nama-nama Kepala Daerah yang pernah menjabat di Kabupaten Ketapang sejak 1947 sampai sekarang, adalah : 1. R. Soedarto (1947 - 1952) 2. R.M. Soediono (1952 - 1954) 3. M. Hadariah (1955 - 1958) 4. Herkan Yamani (1959 - 1964) 5. Drs. Muehardi (1965 - 1966) 6. M. Tohir (1966 - 1970) 7. Denggol (Pj) (1970 - 1972) 8. Zainal Arifin (1973 - 1978) 9. Soehanadi (1978 - 1983) 10. Gusti Muh. Syafril (1983 - 1988) 11. Mas'ud Abdullah, SH (1988 - 1992) 12. Drs. H. Soenardi Basnu (1992 - 1998) 13. H. Prijono, BA (Plt) (1998 - 2001) 14. H. Morkes Effendi, S.Pd, MH (2001 - 2010) 15. Drs. Henrikus, M.Si (2010 - sekarang). SEJARAH KOTA KETAPANG Dalam Atlas Sejarah yang disusun oleh Muhammad Yamin (1965) untuk mengidentifikasi Nusantara Raya menurut Mpu Prapanca di dalam naskah Nagarakertagama, wilayah geografi kota Ketapang saat ini diberi nama Tandjungpura. Kemudian dalam peta pada masa kesultanan Riau-Johor (Harun : 2003), wilayah kota Ketapang dinamai Matan. Perubahan nama wilayah geografis dari Tanjung Pura menjadi Matan dan kemudian Ketapang, tidak diketahui dengan pasti karena tidak ada catatan sejarah atau prasasti yang menunjukkan peristiwa itu. Namun perubahan nama tempat atau kota pada masa kerajaan diduga akibat perubahan letak kerajaan atau berubahnya raja yang berkuasa ditempat itu akibat suatu peristiwa tertentu (perang, bencana alam dan keputusan raja). Kepastian sejarah mengenai berdirinya Kota Ketapang hingga saat ini masih samar. Namun dapat dikatakan bahwa Kota Ketapang merupakan salah satu kota tertua di wilayah Kalimantan Barat yang dibuktikan dengan keberadaan Kerajaan Tanjungpura - Matan di wilayah Kota Ketapang yang merupakan kerajaan tertua di Kalimantan Barat. Dugaan itu setidaknya didasarkan beberapa kronik Cina, Nagarakertagama, prasasti Waringin Pitu dan penelitian para ahli linguistik di kepulauan Indo-Malaya. Dalam kronik Cina Chu Fan Chi yang dibuat oleh Chau Ju Kwa tahun 1225 M, Tanjungpura disebut dengan nama Tan-jung-wu-lo, dikatakan bahwa daerah ini sekitar tahun 1200 M merupakan jajahan raja Jawa. Periode sezaman dengan tarikh kronik ini, di Jawa berkuasa Raja Jenggala - Kediri terakhir yaitu Sri Jayawarsa/Kertajaya (1190 - 1205 M) serta merupakan periode pertama berdirinya kerajaan Singasari dengan rajanya yaitu Sri Ranggah Rajasa/Ken Arok (1222 - 1227 M). Maka apabila menggunakan tarikh dalam kronik Cina ini, Tanjungpura baik sebagai kerajaan maupun sebagai kota sudah berdiri pada sebelum tahun 1200 M. Namun letak wilayah geografisnya sulit ditentukan apakah dalam batasan "Kota Ketapang". Chau Ju Kwa adalah seorang pedagang yang kemungkinan singgah di kota Tan Jung Wu Lo yang terletak di tepi pantai atau di dekat sungai. Sebagai pedagang antar negara, "perahu" yang dibawanya tentulah dengan tonase cukup besar, dan hanya bisa berlabuh dialur yang dalam dan luas. Diduga saat itu, lokasi kota Tan Jung Wu Lo berada dekat dengan pelabuhan, dan wilayah geografisnya saat ini mungkin terletak di "Ketapang Kecik", Kandang Kerbau (Sukabangun), atau sekitar kuala sungai pawan (Negeri Baru). Dalam Nagarakertagama, Tanjungpura disebut sebagai daerah bawahan Majapahit. Naskah Nagarakertagama oleh Prapanca selesai ditulis pada tahun 1365 M, periode Raja Hayam Wuruk berkuasa (1350 - 1389 M). Selain menceritakan tentang kerajaan Majapahit, naskah tersebut juga menceritakan kerajaan Singasari (1222 - 1292 M). Salah satu alur sejarah yang dapat dicermati yaitu pada saat pelantikan Gajah Mada menjadi Mahapatih Amangkubumi (1334 M) oleh Sri Tribuana Tunggadewi (1328 - 1350 M) dia mengucapkan sumpah setianya (disebut Sumpah Palapa), dan Tanjungpura pada saat itu belum merupakan daerah bawahan Majapahit. Oleh karenanya salah satu isi sumpah Gajah Mada adalah akan menundukkan Tanjungpura (Atmodarminto : 2000). Dalam Prasasti Waringin Pitu (1447 M), Tanjungpura (Tanjungnagara) sudah merupakan nama ibu kota negara bagian Majapahit untuk wilayah Pulau Kalimantan (Sehieke 1959). Pada masa itu, Majapahit dipimpin oleh raja Dyah Kertawijaya/Prabu Kertawijaya Brawijaya I (1447 - 1450 M). Letak geografis kota Tanjungpura tersebut sebagaimana yang identifikasi Pigeaud (1963), Djafar (1978), dan Muhammad Yamin (1965), adalah terletak didalam batasan wilayah "Kota Ketapang" yaitu sebelah selatan kota Ketapang (sekarang Negeri Baru). Versi lain mengenai berdirinya kota Ketapang dapat ditinjau dari peristiwa sejarah yang sangat penting pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Zainuddin di Kerajaan Matan, yaitu peristiwa perampasan kekuasaan oleh saudaranya sendiri Pangeran Agung pada tahun 1710 M. Pangeran Agung yang gagal merebut tahta saudaranya, dipenjarakan (diasingkan) oleh Sultan Muhammad Zainuddin dengan membuatkannya suatu kota kecil lengkap dengan pelayannya (gundik) 40 orang. Dalam Sejarah Kalimantan Barat (Loutan 1973) daerah tersebut adalah Darul Salam. Orang Ketapang menyebut daerah tersebut Tembalok (tempat penjara raja) atau Sei Awan seberang Sukabangun. Dalam sejarah kerajaan Riau Johor dikatakan "dikurung dalam kota kecil sampai mati" (Ahmad 1985). Hingga saat ini kesepakatan tentang hari jadi Kota Ketapang masih dalam proses kajian. Data diatas dapat dijadikan sebagai bahan rujukan dalam penentuan hari jadi Kota Ketapang secara legal formal (berdasarkan rujukan hasil Diskusi Panel Adat Budaya dan Kelestariannya di Musyawarah Besar II Ikatan Keluarga Kerajaan Matan dan Tanjungpura tanggal 7 s/d 8 Agustus 2004). KECAMATAN DI KAB.KETAPANG Daerah Kabupaten Ketapang mempunyai luas wilayah 35.809 km² (± 3.580.900 ha) yang terdiri dari 33.209 km² wilayah daratan dan 2.600 km² wilayah perairan (sebelum pemekaran Kabupaten Kayong Utara). Namun setelah pemekaran Kabupaten Kayong Utara, maka wilayah secara keseluruhan mencapai 31.588 km2 dengan luas daratan 30.099 km2 dan luas perairan 1.489 km2, serta memiliki 20 kecamatan, yaitu: 1. Benua Kayong 2. Delta Pawan 3. Muara Pawan 4. Singkup 5. Air Upas 6.Kendawangan 7. Marau 8. Manismata 9.Tumbang Titi 10. Jelai Hulu 11. Sungai Melayu Rayak 12. Pemahan 13. Nanga Tayap 14. Hulu Sungai 15. Sandai 15. sungai laur 16.Simpang Dua 17. Simpang Hulu 18. Matan Hilir Utara 19. Muara Pawan 20. Matan Hilir Selatan.

Misteri Padang 12 (ketapang Kalbar)


Padang 12 ketapang Misteri Padang 12 (ketapang Kalbar) mungkin blom banyak yang mendengar tentang padang 12(duabelas) biasanya orang orang sekitar ketapang saja yang mengetahui banyak tentang padang 12. percaya atau tidak tetapi emang benar2 ada dan nyata sebuah kabupaten yang letaknya di propinsi kalimantan barat yang bernama kabupaten ketapang terdapat banyak misteri yang belum terungkap di sana saya mencoba mengangkat cerita yang belum pernah di publikasikan di media mana pun di indonesia mau pun di luar negeri yaitu PADANG 12 di padang 12 terdapat sebuah perkampungan biasa yang masyarakatnya taat beribadah. orang 2 ketapang menyebutnya orang kebenaran. perkampun mereka tidak tampak oleh mata orang biasa, dann hanya bisa di lihat orang2 yang berjodoh saja. letaknya diantara kecamatan kendawangan dan pesaguan. jika orang yang lewat jalan raya dari ketapang ke kendawangan takabur terhadap daearah itu atau berbuat jahat di daerah tersebut maka kenungkinan besar akan melihat pemandangan yang aneh , seram atau lebih parah dari itu. banyak orang yang ingin membuktikan keberadaan daerah itu cuman tidak pernah ada yang melihat langsung , konon katanya penduduk setempat (/orang limun/orang kebenaran) mempunyai pesawat pribadi,mobil mewah dan sebagainya layaknya manusia normal, tetapi bedanya dengan mereka mereka tidak mempunya belahan di bawah hidung di atas bibir, yang pernah membuktikan langsung tu adalah H.Rhoma Irama (artis / raja dangdut) beliau pernah manggung di ketapang 2 kali yang pernama di padang 12,dan beliau kagum dengan perkembangan pembangunan daerrah itu, dan manggung yang kedua di kota ketapang nya, beliau sangat heran kok kenapa kota ketapang yang dia manggung pertam sangat megah, kok sekarang berubayh, "kata bang oma" tu salah satu cerita nyata di lain sisi di catatan kantor apa gitu pokoknya yang mengurus tentang kendaraan roda empat. setelah di survey ternyata banyak mobil2 mewah seperti ferrari, mclaren, dll terdapat di kota ketapang, tetapi saya yang asli orang ketapang belom pernah melihat mobil2 tersebut apa lagi ada pesawat pribadi segala, bandara di ketapang hanya ada 1, secara akal sehat gak mungkin dong ada landasan. mobil mewah seperti ferrari dan mclaren bisa juga digaibkan toh mereka sama seperti kita manusia biasa cuma di anugrahi kelabihan aja, uang nya sama kaya kehidupan kita juga, klo di padang 12 gak ada yang namanya uang, cuman klo mereka belanja ke dunia kita tetep aja uang biasa, masalah mobil dia juga beli kok. tahun brapa ane lupa 7 kapal besar bermuatan mobil mewah hilang di perairan ketapang (kalimantan barat) dekat2 padang 12 juga. trus di semarang ada kapal besar warna kuning semua mbeli peralatan mewah juga. kata orang tua2 di daerah gw si kepunyaan orang padang 12 paman gw sendiri yang pernah ngeliat mobil sport warnah merah gak tau merk nya apaan tapi kejadiannya sekitar tahun 80an lah. ada seorang bidan bersalin di ketapang namanya bidan RATNA, suatu malam rumahnya di gedor (di ketuk) oleh beberapa orang kira2 jam 2an, si bidan membuka pintu dan ternyata ada orang yang mau melahirkan, naluri seorang bidan langsung mengeksekusi pasien, setelah pasien selesai melahirkan ternyata mereka minta langsung pulang aja, melihat dari cara mereka berpakaian si bidan sudah mengerti mereka bukan orang yang berada, setelah pasien dan suaminya hendak pulang mereka sempat membicarakan masalah biaya, mereka memang tidak mampu membayar ongkos persalinan, tetapi si bidan emang m empunyai niat untuk menolong tanpa meminta bayaran sesenpu, tetapi keluarga tidak mungkin meninggalkan rumah bidan tanpa memberikan apa2, mereka tidak mempunyai uang tetapi mereka hanya punya se kantong kunyit( rempah buat masak) dan bidan dengan ikhlas menerima kunyit tersebut. setelah mereka pergi dari rumah bidan, bidan ppun langsung masuk kerumah, dan melanjutkan tidur, ke esokan harinya si bidan kaget dengan berubahnya kunyit tadi menjadi emas, bidan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya si bidan langsung menanyakan ke suaminya, ternyata benar itu sebuah emas murni, setelah di selidiki ternyata yang melahirkan pada malam itu adalah salah satu masyarakat padang 12, sampai sekarang emas tersebut masih ada di simpan oleh sang bidan cerita ini saya dengar sendiri dari bidan ratna, orang nya sekarang masih hidup, bidan RATNA adalah salah 1 saksi bahwa orang limun( begitulah orang ketapang menyebutnya) atau orang padang 12, itu ada dan nyata itu membuktikan bahwa mereka sama seperti kita ( manusia biasa) Pontianak Pos, Minggu, 4 Juli 2004 Benarkan "Orang Kebenaran" Itu Ada? Misteri Padang 12 Tak Pernah Terungkap Ketapang,- Padang 12 sampai sekarang menyimpan sejuta tanda tanya. Masyarakat mempercayai di kawasan ini dihuni komunitas bangsa Halimun atau "orang kebenaran". Bagaimana pandangan masyarakat Ketapang dengan kawasan Padang 12 itu? Andi Candra, Ketapang MASYARAKAT Ketapang mempercayai "orang kebenaran" adalah orang suci dan jujur. Ada juga yang percaya "orang kebenaran" adalah golongan Jin muslim yang bermukim di daerah tertentu. Namun sekelompok masyarakat lain juga mempercayai bahwa "orang kebenaran" merupakan keturunan malaikat Harut dan Marut. Tapi yang pasti adalah beragam cerita seputar Padang 12 dipercayai masyarakat. Bahkan ada cerita pertolongan yang diberikan manusia secara kebetulan, telah memberkahi keturunan manusia itu. Disebut dengan Padang 12, karena di lokasi ini hanya 12 kilometer yang diyakini penuh dengan misteri. Kawasan ini dipenuhi dengan pasir kuarsa yang ditumbuhi oleh pohon kayu putih (pinus). Kendati diyakini 12 kilometer, namun pandangan kalangan tertentu, kawasan ini adalah kota besar alam gaib. Bahkan harta karun juga dipercaya tertimbun di Padang 12. Penampakan pada kalangan tertentu pernah terjadi. Sering kali warga menemukan kejadian aneh di kawasan itu. Dari wujud manusia sampai babi berbulu merah pernah warga temukan di Padang 12. Misalnya saja Mat Noor. Perjalanan dari Ketapang ke Kendawangan di dalam suatu bis dia menemukan orangtua yang jambang panjang. Selama bis melaju mereka bercerita panjang. Sampai di kawasan Padang 12, orangtua itu turun dan mengajak Mat Noor pergi. Dia menolak dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bis. Bagi orang, jika penumpang turun di kawasan itu hal yang biasa. Karena di kawasan itu sudah dipercayai kawasan orang kebenaran. Ketika ngobrol panjang di dalam perjalanan, Mat Noor sempat mengunyah permen yang diberi, tapi bungkusnya diminta kembali. Kejadian 1987 itu ternyata saat sekarang Mat Noor bisa mengobati orang yang sakit. Cerita lain yang dituturkan Rohendi, seorang bidan diajak orang kebenaran menolong istrinya melahirkan. Ajakan itu diterima, setelah menolong persalinan, orang kebenaran tak memiliki uang dan berniat memberinya kunyit. Dia tak mngetahui orang kebenaran itu, karena menganggap kunyit mudah didapatkan, pemberian yang ditawarkan selama tiga kali itu ditolaknya. Bidan itu mengikhlaskan pertolongannya. Selang malam hari salah satu keluarga bidan itu diberi kabar lewat mimpi. Bahwa keluarganya itu telah menolak pemberiannya. Dalam mimpi dia menasehatkan supaya jangan menolak, karena dianggap kurang baik. Namun wujud terima kasih, keturunan keluarga itu menjadi orang berhasil dan berpangkat di Tanah Kayong. Berbeda lagi dengan seorang pedagang dari Ketapang ke Kendawangan dengan menngunakan sepeda. Dalam perjalanan pedagang keturunan Jawa itu bertemu dengan orangtua dan anak kecil. Orang itu meminta air kepada dirinya. Air yang diminta tak diberikan pedagang tadi. Karena tak diberi, orang itu mengatakan tidak mengapa. Anehnya perjalanan pedagang itu, baru sampai ke Kendawangan seminggu lamanya. Dia masuk keluar hutan, akhirnya barang yang dibawanya habis di tengah jalan karena terjatuh. "Ini lagi memang nyata juga terjadi di Padang 12, siapa namanya saya sudah lupa, tapi dalam perjalanan ada yang menahannya dan minta rokok. Bukan hanya rokok yang diberikan orang itu, tapi diajak bicara dan diajak makan bekalannya, setelah orang tadi pergi, tujuan ke Kendawangan hanya dikayuh dengan sepeda hitungan menit,"

Cerita Misteri Padang 12 Ketapang


Cerita Misteri Padang 12 Ketapang Buat temen2 dari Kalimantan Barat, pastinya udah gak asing dengan yang namanya Padang 12 di Ketapang. Daerah itu memang dari dulu hingga sekarang penuh dengan misteri, gak kalah tuh sama yang namanya segitiga bermuda. Nah, sekarang gw mau ceritain salah satu pengalaman teman gw yang kerja di dealer mobil yang pernah merasakan misteri padang 12. Dulu sekali ada orang dari Ketapang memesan sejumlah mobil di dealer tempat teman gw kerja. Orang tersebut nyerahin alamat tempat mobil-mobil yang di pesan buat diantar. Karena teman gue bukan asli kalbar, jadi ketika alamat tersebut nunjukin alamat itu teman gue gak merasa aneh. Selanjutnya sejumlah uang jutaan rupiah dibayarkan. Lalu sebelum mobil-mobil itu dikirim, teman gw survey dulu tempat dikirimnya mobil-mobil itu. Ketika di survey teman gue merasa takjub coz tempat dimana mobil itu bakal dikirim ternyata di tengah2 kota yang bersih. Bahkan lebih bersih dari seluruh kota yang ada di Kalbar. Setelah disurvey teman gw ngubungin karyawan buat nyiapin mobil-mobil sesuai pesanan. Beberapa hari kemudian, mobil-mobil itu siap buat dikirim. Karena cuma teman gw yang tau jalan, jadi dia terpaksa ikut. Setelah melewati beberapa jam perjalanan, teman gw merasa heran, coz menurutnya seharusnya ia sudah sampai di tempat tujuan. Namun yang ada di depannya cuma padang rumput yang luas. Akhirnya teman gw kembali, dan di tengah perjalanan ia bertanya kepada pejalan kaki yang tinggal di daerah sebelum padang 12. Orang itu bilang kalo padang 12 itu memang seperti itu, katanya disana dihuni oleh orang "kebenaran" atau jin. Jadi teman gw itu udah diliatin bagaimana mewahnya kota itu. Lalu orang itu bilang, kalo mobil yang udah dipesan ditinggalin aja di tempat sesuai dengan apa yang dipesan oleh orang kebenaran itu. Setelah kejadian itu teman gw udah trauma pergi ke Ketapang. Hal ini sebenarnya juga udah pernah dialami salah satu penyanyi dangdut tersohor yaitu Rhoma Irama. Rhoma Irama bilang ia udah 3 kali konser ke Kalimantan Barat, satu kali di Pontianak, and dua kali ke Ketapang. Namun orang2 yang tinggal di ketapang pada bilang kalo Rhoma Irama baru satu kali ke ketapang. Menurut cerita Rhoma irama, katanya waktu ia konser yang kedua di ketapang, ia merasa heran, karena semua penontonnya menggunakan pakaian serba putih, untuk wanitanya semuanya menggunakan kerudung. Untuk kotanya sendiri ia bilang sangat bersih di banding kota2 lain di Indonesia.

Selasa, 02 April 2013

JATI DIRI PGRI


A. JATI DIRI PGRI Menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah: 1. ciri-ciri, gambaran atau suatu benda, identitas. 2. inti, jiwa dan daya gerak dari dalam, spritualisasi. Jati diri PGRI adalah identitas organisasi guru yang diwujudkan oleh PGRI sebagai pribadi, sebagai warga Negara dan sebagai tenaga profesi. Menurut PB PGRI (2000), jatidiri PGRI merupakan urat nadi perkembangan dan keberadaan PGRI dalam keseluruhan perjalanan bangsa untuk mewujudkan hak-hak azasi guru, sebagai pribadi, warga Negara dan pengembang profesi. Sebagaimana telah tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PGRI, pasal 3, bahwa jati diri PGRI adalah sbb: 1. PGRI sebagai organisasi profesi PGRI sebagai organisasi profesi berarti suatu organisasi yang terdiri dari guru-guru dan tenaga kependidikan yang sejawat berkumpul dalam suatu wadah persatuan atau perkumpulan dan berjuang mewujudkan semua amanat keputusan organisasi baik yang tersurat maupun yang tersirat sesuai dengan ketentuan atau aturan mainnya. Sebagi organisasi profesi, PGRI mempunyai fungsi sebagi wadah kebersamaan, rasa kesejawatan atau seprofesi dalam mewujudkan peningkatan keahliannya atau kariernya dalam menjalankan tugas-tugas keprofesiannya secara professional. Artinya meningkatkan prilaku profesi kepada suatu standar kehlian yang diinginkan oleh masyarakat umum. Berarti sudah semestinya memiliki peningkatan kehlian yang mempunyai standar mutu. 2. PGRI sebagi organisasi perjuangan PGRI sebagai organisasi pejuangan artinya menurut AD/ART adalah mengemban amanat dan cita-cita proklamsi 17 agustus 1945, menjamin, menjaga dan mempertahankan keutuhan dan kelangsungan NKRI dengan membudayakan nilai-nilai luhur Pancasila. Maknanya adalah PGRI merupakan wadah bagi para guru dalam memperoleh, mempertahankan, meningkatkan dan membela hak-hak azasinya baik sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga Negara, maupun pemangku profesi keguruan. PGRI berjuang untuk mewujudkan hak-hak kaum guru dalam wadah NKRI. 3. PGRI sebagai organisasi ketenagakerjaan PGRI sebagai organisasi ketenagakerjaan adalah organisasi yang menyadari bahwa anggotanya mempunyai hak untuk bekerja, untuk memilih tempat kerja secara bebas untuk memperoleh lingkungan kerja yang pantas dan aman dan untuk dilindungi dan hak untuk mendapatkan upah dan pekerjaan secara adil tanpa diskriminasi serta hak untuk membentuk dan bergabung dalam serikat pekerja (traid union) untuk melindungi kebutuhan-kebutuhannya.PGRI merupakan wadah pejuangan hak-hak azasi guru sebagai pekerja terutama dalam kaitannya dengan kesejahteraan. Ketenagakerjaan atau disebut organisasi serikat pekerja adalah suatu jenis organisasi yang didirikan sendiri oleh anggotanya, dilaksanakan oleh anggotanya dan untuk kepentingan anggotanya itu sendiri tanpa intervensi dari pihak luar. Dari ringkasannya dari anggota dan untuk anggota. Itulah serikat pekerja. Guru sebagai kelompok tenaga kerjaprofesional memerlukan jaminan yang pasti menyangkut hukum, kesejahteraan, hak-hak pribadi sebagai warga Negara. B. SIFAT-SIFAT PGRI Sifat-sifat organisasi PGRI: Berdasarkan AD/ART PGRI, pasal 4 bahwa sifat-sifat organisasi PGRI adalah: 1. Unitaristik, yaitu tanpa memandang perbedaan ijazah, tempat kerja, kedudukan. Agama, suku, golongan, gender dan asal-usul. 2. Independen, berlandaskan kepada prinsip kemandirian organisasi dengan mengutamakan kemitrasejajaran dengan berbagi pihak. 3. Non Partai Politik, bukan merupakan bagian dari dan tidak berafiliasi dengan partai politik. C. SEMANGAT PGRI Semangat organisasi PGRI: PGRI memiliki dan melandasi kegiatannya pada semangat demokrasi, kekeluargaan, keterbukaan dan tanggung jawab etika , moral serta hukum. Berarti PGRI suatu organisasi bersifat keterbukaan dan tidak ada yang ditutupi baik antar pengurus maupun pengurus dengan anggotanya. Semua anggota merasa memiliki organisasi ini. Tidak harus tepacu saling berebut jadi pengurus atau peran sesuatu atau kepanitiaan. Hal ini terasa ketika mengambil suatu keputusan atas nama suatu organisasi haruslah diambil atas keputusan rapat dan dicantumkan dalam keputusan itu dan langsung menjadi dokumen yang ditetapkan bersama, dilaksanakan bersama-sama, disosialisasikan secara bersama-sama dan dikampanyekan bersama-sama dan bertanggung jawabkan bersama-sama. Jadi tidak ada keputusan atau kegiatan yang ditutup-tutupi. Dalam hal ini pengurus besar PGRI mengemukakan bahwa visi dan misi PGRI dapat terwujud dengan adanya keterbukaan atau transparasi dalam organisasi.

Visi dan Misi Organisasi

Visi dan Misi Organisasi 1. Visi Terwujudnya PGRI sebagai Organisasi Perjuangan, Profesi, dan Ketenagakerjaan yang mandiri dan non partai politik. Makna Visi PGRI : a. Organisasi Perjuangan 1. Wahana mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar45 2. Wahana untuk membela, mempertahankan dan melestarikan NKRI 3. Wahana untuk meningkatkan integritas bangsa dalam menjamin terpeliharanya keutuhan, kesatuan, dan persatuan bangsa 4. Beperan aktif memperjuankan tercapanya tujuan nasional dalam mencerdasan kehidupan bangsa 5. Wadah bagi para guru daam memperoleh, mempertahankan, meningkatkan, dan membela hak asasi sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga Negara dan pemangku profesi pendidikan. 6. Wahana untuk memberikan perlindungan dan membela kentingan yang berhubungan dengan persoalan hukum b. Organisasi Profesi 1. Wahana memperjuanagkan peningkatan kualifikasi dan kompetensi bagi guru 2. Wahana mempertinggi kesadaran dan sikap guru dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan mutu profesi dan pelayanan kepada masyarakat 3. Wahana menegakkan dan melaksanakan kode etik dan ikrar Guru Indonesia 4. Wahana untuk melakukan evaluasi pelaksanaan sertifikasi, lisensi, dan akreditasi bagi pengukuhan kompetensi profesi guru 5. Wahana pembinaan bagi Himpunan Profesi dan Keahlian Sejenis dibidang pendidikan yang menyatakan diri bergabung atau bermitraan dengan PGRI 6. Wahana untuk mempersatukan semua guru dan tenaga kependidikan disemua jenis dibidang,jenjang dan pendidikan guna meningkatkan pengabdian dan peran serta dalam pembangunan nasional 7. Wahana untuk mewujudkan pengabdian secara nyata melalui anak lembaga dan badan khusus 8. Wahana untuk mengadakan hubungan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan, organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan, dan atau organisasi kemesyarakatan umumnya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan. c. Organisasi Ketenagakerjaan 1. Wahana untuk memperjuangkan terwujudnya hak-hak guru dan tenaga kependidikan 2. Wahana untuk memperjuangkan kesejahteraan guru yang berupa : imbal jasa, rasa aman, hubungan pribadi, kondisi kerja dan kepastian karier. 3. Wahana untuk mewujudkan prinsip dan pendekatan ketenagakerjaan dalam upaya meningkatkan harkat dan martabat guru melalui peningkatan kesejahteraan anggota 4. Wahana untuk memperkuat kedudukan, wibawa dan martabat guru serta kesetiakawanan organisasi 5. Wahana untuk membela dan melindungi guru sebagai pekerja 6. Wahana untuk membela dan meningkatkan hubungan kerja sama dengan organisasi ketenagakerjaan, baik lokal, regional maupun global. d. Organisasi Mandiri 1. Menjalin kerjasama dengan semua pihak atas dasar kemitrasejajaran saling menghormati, dan berdiri diatas semua golongan 2. Menggali dan mengembangkan potensi baik sumber daya manusia maupun sumber daya keuangan, sumber daya organisasi lainnya yang tidak tergantung dari pihak manapun. 3. Membangun transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan orgnisasi dengan menempatkan iuran anggota sebagai sumber utama pembiayaan organisasi e. Organisasi Non Partai Politik 1. PGRI tidak menjadi bagian dari partai politik manapun dan tidak berafiliasi dengan partai manapun 2. PGRI memberikn kebebasan kepada anggotanya untuk menentukan pilihan politiknya secara merdeka 3. PGRI selalu menjalin hubungan baik dengan seluruh partai dan komponen masyarakat dalam memajukan pendidikan nasional. 2. Sasaran a. Menjaga, mempertahankan, dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa, membela dan mempertahankan NKRI yang berasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 b. Berperan aktif dalam pembangunan nasional dibidang pendidikan dan kebudayaan yang berlandaskan asas demokrasi, keterbukaan, pengakuan terhadap hak asasi manusia, keberpihakan kepada rakyat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa c. Mengembangkan dan meningkatkan kompetensi, profesionalisme dan kesejahteraan anggota d. Melaksanakan, mengamalkan, mempertahankan dan menjunjung tinggi kode etik guru Indonesia e. Membangun sikap krtitis terhadap kebijakan pendidikan yang tidak memihak kepada kepentingan rakyat f. Melaksanakan dan mengelola organisasi berdasarkan tata kelola yang baik ( good govermance ) g. Memperjuangkan perlindungan hukum, profesi dan kesejahteraan guru h. Mewujudkan PGRI sebagai organisasi profesi yang mempunyai kewenangan akreditasi, sertifikasi dan lisensi pendidik dan tenaga pendidikan i. Memperkuat solidaritas, demokratisasi dan kemandirian organisasi disemua level/tingkatan j. Menyamakan persepsi, visi, dan misi para guru/ pendidik dan tenaga kependidikan sebagai pilar utama pembangunan pendidikan nasional k. Mewujud PGRI sebagai organisasi yang memiliki kekuatan penekan ( pressure proup ), pemikir ( thinker ), dan pengendali ( control ).

Senin, 01 April 2013

liburan di kabupaten sanggau


LIBUR PASKAH Hari itu (29/3/13) saya beserta teman kuliah saya hendriady (jhon), ardianto (ardi), yulianus, herlina (lina), dan saya berkunjung di daerah kab. sanggau (kalimantan barat). Perjalanan kami mulai pukul 07.30 dari Kota pontianak (kalimantan barat), di perjalanan kami banyak istirahat di berbagai tempat. maklum perjalanan saat ini lumayan cukup jauh, apalagi kami bersama cewek, kecepatan motor hanya standar. Dan kami sampai di kab. Sanggau pukul 13.00, setelah itu kami istirahat sejenak untuk menghilangkan rasa capek, maklum lintasan yang kami lewati sebagaian jalannya rusak, bergelombang.. Sore harinya sekitar pukul 17.30 kami melanjutkan jalan-jalan lagi disekitar daerah kab. sanggau, kali ini kami ke daerah Kec. Bonti, sesampai disana kami pukul 18.30 dan kami melihat salah satu tugu HMBSI STKIP PGRI PONTIANAK di daerah sana, kemudian kami berhenti sejenak untuk berfoto-foto di tugu itu. Setelah itu kami melanjutkan lagi perjalanan, kali ini kami berhenti sejenak di salah satu jembatan yang ada di kec. Bonti, Karena cuaca yang kurang memadai kami pun memutuskan kembali lagi pulang kerumah jhon. Keesokan harinya (30/3/13) sekitar pukul 12.30 kami melakukan jalan-jalan lagi, kali ini perjalanan kami agak terganggu, dikarnakan lintasan yang kami lewati jalannya banjir Tapi biarpun banjir, perjalanan kami tetap kami lanjutkan menuju salah satu tempat yang sangat indah, yaitu disalah satu perkebunan sawit disana, karna disana terdapat tempat yang sangat asik untuk bersantai, tepatnya di salah satu aliran air terjun pegunungan, dan disana kami membuat acara bakar-bakar ikan ayam dan bakar singkong (ubi jalar)... (wow enak banget) hehehehe Perjalanan saya kali ini sangat menyenangkan, karna berlibur di salah satu tempat yang indah, sunyi, dan kalian lihat sendiri lah.... Sebenarnya sih aku beserta kawan2ku masih belum puas berliburnya, karna waktu libur Cuma sebentar dan hari senin sudah kuliah, kami pun memutuskan kembali lagi ke Kota Pontianak., Cukup sekian cerita liburanku kali ini, nantikan cerita-ceritaku selanjutnya, Semoga kawan-kawan terhibur dengan ceritaku.