web stats

Selasa, 29 Januari 2013

makalah berbicara dapat membuat orang tersinggung


TUGAS KELOMPOK VIII
KEMAMPUAN BERBICARA DAPAT MEMBUAT ORANG TERSINGGUNG, MARAH, DAN BERINGAS
DOSEN PENGAMPU : SYAHBIRIN, S.Pd. M.Pd
MATA KULIAH : BERBICARA
SEMESTER : 1 (GANJIL)
KELAS : A SORE

OLEH :
o   ARDIANTO                                 (511200180)
o   BURHANUDIN                          (511200218)
o   FAUZY AHMAD HIDAYAT    (511200211)
o   FAUZI WAHYU RAMADAN   (511200048)
o   LIBERTUS                                   (511200028)
o   TRI RUBERTUS IGO                 (511200008)

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
(STKIP-PGRI)
PONTIANAK
2013



BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Manusia sebagai mahluk sosial haruslah hidup berdampingan dengan yang lain. Berdampingan dengan yang lain haruslah mengerti apa yang dimaksud dari yang lain kepada kita atau dari kita kepada yang lain. Salah satu cara agar maksud kita atau yang lain dalam satu faham, maka harus ada alat komunikasi yang sefaham. Atau kita sebut dengan nama bahasa.
Berbicara merupakan salah satu cara menyampaikan informasi kepada yang lain atau dari yang lain kepada kita. Jadi berbicara adalah suatu hal yang fital bagi kita semua. Tanpa adanya bicara, kita akan sulit unuk mengungkapkan informasi yang akan kita berikan atau kita serap.
Menurut Mulgrave (dalam Tarigan, 1986: 3-4) bebicara merupakansuatu instrumen yang mengungkapkan kepada penyimak hampir secaralangsung apakah sang pembicaranya maupun para penyimak; apakah dia bersikap serta dapat menyesuaikan diri atau tidak, pada saat
Dia mengomunikasikan gagasan-gagasannya, dan apakah dia waspada sertaantusias atau tidak.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdikbud, 1990: 114), berbicara berasal dari kata “bercakap”, kemudian menjadi bicara yang berarti pertimbangan (pikiran); berbahasa namun batasan ini susah untuk dipakaikarena disamakan antara keterampilan berbicara dengan berbahasa, padahal berbicara merupakan dari keterampilan berbahasa.Berbicara adalah salah satu kemampuan khusus manusia. Oleh karenaitu, pembicara seumur dengan bangsa manusia.
(Henrikus, 1990: 14) mengatakan “bahwa bahasa dan pembicaraan itu muncul, ketika manusiamengungkapkan dan menyampaikan pikiran kepada manusia lain”.
Menurut Lagousi (1992: 25), berbicara adalah Kegiatan menyampaikan pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan memakai bahasa lisan “pesan verbal” dan dibantu oleh nonverbal.Berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasalisan kepada orang lain.

Menurut Tarigan (1986: 15) berbicara merupakansuatu bentuk perilaku manusia yang mengatakan faktor fisik, psikologis,neorologis, semantik dan linguistik sedemikian ekstensif, secara luas sehinggadapat dianggap sebagai alat manusia yang paling penting dalam kontrol sosial.Berbicara adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tindakanmenyatakan sesuatu kepada seseorang dalam bentuk ujaran (bahasa lisan).Pengertian tersebut memberikan gambaran bahwa berbicara atau aktivtasmanusia dengan bahasanya yang terwujud dalam kegiatan berkomunikasisecara lisan. Oleh karena itu, retorika pada hakikatnya senantiasa berkaitandengan kegiatan manusia dalam berkomunikasi.
Berkomunikasi yang dimaksud adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan
menggunakan bahasa sebagai alatnya.
Menurut Semi, (1992: 2) berbicara perlu dipelajari dan dilakukanmelalui latihan, orang tidak mungkin dapat berbicara dengan benar bila ia tidak  pernah mau mencoba berbicara di depan orang banyak.


B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat disimpulkan masalah sebagai berikut :
a.       Bagaimana cara berbicara supaya orang lain tidak mudah tersinggung.
b.      Faktor apa saja yang membuat orang lain tersinggung,marah,dan beringas saat berbicara.

C.    TUJUAN
Secara umum makalah ini bertujuan untuk memperoleh hal apa saja yang dapat membuat orang lain tersinggung, marah, dan beringas ketika berbicara.







D.    MANFAAT
Makalah ini diharapkan dapat bermanfaat, terutama bagi penulis, Mahasiswa dan pembaca.
a.       Manfaat bagi penulis
Manfaat teoritis yaitu menambah wawasan khususnya tentang masalah yang kerjakan.
b.      Manfaat bagi mahasiswa
Mahasiswa dapat mengetahui kemampuan dan cara berbicara yang baik
c.       Manfaat bagi pembaca
Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam dalam membaca.























BAB II
PEMBAHASAN

A.    HAKIKAT BERBICARA
Hakikat Berbicara sebagai Aspek Keterampilan Berbahasa. Berbicara adalah salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam lisan yang bersifat produktif. keterampilan berbicara dan menyimak berhubungan secara kuat. Dalam konteks komunikasi, pembicara berlaku sebagai pengirim (sender), sedangkan penerima (receiver) adalah penerima warta (message). Warta terbentuk oleh informasi yang disampaikan sender, dan message merupakan obyek dari komunikasi. Feedback muncul setelah warta diterima, dan merupakan reaksi dari penerima pesan.
Keterampilan berbicara pada hakikatnya merupakan keterampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak, kebutuhan perasaan, dan keinginan kepada orang lain.

B.     UNSUR-UNSUR BERBICARA
Di dalam kegiatan berbicara terdapat lima unsur yang terlibat yaitu:
a.       Pembicara
b.      Isi pembicaraan
c.       Saluran
d.      Penyimak, dan
e.       Tanggapan penyimak
Terdapat pula delapan konsep dasar berbicara,yaitu:
1.    Membutuhkan paling sedikit dua orang, tentu saja pembicaraan dapat dilakukan oleh satu orang dan hal ini sering terjadi misalnya oleh orang yang sedang mempelajari banyak bunyi-bunyi bahasa serta maknanya atau oleh seseorang yang meninjau kembali peryataan bank-nya atau oleh orang yang memukul ibu jarinya dengan palu.
2.    Menggunakan salah satu sandi linguistic yang dipahami bersama, bahkan andai katapun dipergunakan dua bahasa namun sating pengertian, pemahaman bersama itu tidak kurang pentingnya.
3.    Menerima atau mengakui satu daerah referensi umum, daerah referensi yang umum mungkin tidak selalu mudah kenal, ditentukan, namun pembicara menerima kecenderungan untuk menentukan satu diantaranya.
4.    Merupakan suatu pertukaran antara partisipan, kedua pihak partisipan yang memberi dan menerima dalam pembicaraan sating bertukar sebagai pembicara dan penyimak.
5.    Menghubungkan setiap pembicara dengan yang lainnya dan Iingkungan dengan segera. Prilaku lisan sang pembicara selalu berhubungan dengan responsi yang nyata atau yang diharapkan, dan sang penyimak dan sebaliknya. Jadi hubungan itu bersifat timbal balik antara dua arah.
6.    Berhubungan atau berkaitan dengan masa kini. Hanya dengan bantuan berkas grafik material, bahasan dapat luput dan kekirian kesegaran bahwa pita atau berkas itu telah mungkin berbuat demikian, tentu saja merupakan salah satu kenyataan keunggulan budaya manusia.
7.    Hanya melibatkan aparat atau perlengkapan yang dengan suara atau bunyi bahasa dan pendengar. Walaupun kegiatan-kegiatan dalam pita audio atau lingual dapat melepaskan gerak visual dan gerak material namun sebaliknya tidak akan terjadi terkecuali pantornim atau gambar, takan ada pada gerakan dan grafik itu yang tidak berdasar dan dan bergantung pada audio lingual dapat berbicara terus menerus dengan orang-orang yang tidak kita lihat, dirumah, ditempat bekerja dan dengan telpon percakapan percakapan seperti ini merupakan pembicaraan yang khas dalam bentuknya yang paling asli.
8.    Secara tidak pandang bulu mengharap serta memperlakukan apa yang nyata dan apa yang diterima sebagai dalil. Keseluruhan lingkungan yang dapat dilambangkan oleh pembicaraan mencangkup bukan hanya dunia nyata yang mengelilingi para pembicara tetapi juga secara tidak terbatas dunia gagasan yang lebih luas, yang harus mereka masuki karena mereka dan manusia berbicara sebagai titik pertemuan kedua wilayah ini tetap memerlukan penelaahan serta uraian yang lebih lanjut dan mendalam.




C.    HAL-HAL YANG MEMBUAT ORANG TERSINGGUNG, MARAH, DAN BERINGAS
Marah merupakan emosi yang sehat seperti halnya menangis atau tertawa. Jika seseorang marah, penyebabnya bisa karena kecewa, takut, tersinggung atau merasa terluka.
Watak yang ada pada diri manusia.
a.       Mudah marah.
Secara kejiwaan manusia mudah marah karena tidak sabar. Ingin segera terwujud kehendak hatinya. Hati berkata bahwa lebih cepat lebih baik. Walaupun seringkali hasil akhir dan akibatnya malah mengecewakan.
Biasanya Manusia sering mudah marah bila selalu pasang target dalam segala hal. Target waktu, target volume, target kondisi, dll. Satu hal saja meleset langsung mendidih ubun-ubun.
b.      Mudah tersinggung
Orang mudah tersinggung karena merasa direndahkan, dihinakan,Lebih tersinggung bila diri merasa mulia dan wajib dimuliakan. Dan bila diri merasa wajib diperhatikan agar merasa eksis.
Lebih tersinggung lagi bila diri menuntut dilayani mahluk lain. Dan bila diri menuntut hanya gambaran yang bagus atas dirinya adalah yang lebih baik.














BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa berbicara merupakan sebuah aspek keterampilan, berbicara juga merupakan salah satu cara berkomunikasi dengan orang lain.

B.     SARAN
Agar orang lain tidak mudah tersinggung saat berbicara, seharusnya saat berbicara kita harus menghargai pendapat orang lain dan tidak menganggap diri kita yang paling benar.





















DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar