TUGAS
KELOMPOK VIII
KEMAMPUAN
BERBICARA DAPAT MEMBUAT ORANG TERSINGGUNG, MARAH, DAN BERINGAS
DOSEN
PENGAMPU : SYAHBIRIN, S.Pd. M.Pd
MATA
KULIAH : BERBICARA
SEMESTER
: 1 (GANJIL)
KELAS
: A SORE

OLEH :
o ARDIANTO (511200180)
o BURHANUDIN (511200218)
o FAUZY
AHMAD HIDAYAT (511200211)
o FAUZI
WAHYU RAMADAN (511200048)
o LIBERTUS (511200028)
o TRI
RUBERTUS IGO (511200008)
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN
GURU REPUBLIK INDONESIA
(STKIP-PGRI)
PONTIANAK
2013
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Manusia sebagai
mahluk sosial haruslah hidup berdampingan dengan yang lain. Berdampingan dengan
yang lain haruslah mengerti apa yang dimaksud dari yang lain kepada kita atau
dari kita kepada yang lain. Salah satu cara agar maksud kita atau yang lain
dalam satu faham, maka harus ada alat komunikasi yang sefaham. Atau kita sebut
dengan nama bahasa.
Berbicara
merupakan salah satu cara menyampaikan informasi kepada yang lain atau dari
yang lain kepada kita. Jadi berbicara adalah suatu hal yang fital bagi kita
semua. Tanpa adanya bicara, kita akan sulit unuk mengungkapkan informasi yang
akan kita berikan atau kita serap.
Menurut Mulgrave (dalam Tarigan, 1986:
3-4) bebicara merupakansuatu instrumen yang mengungkapkan kepada penyimak
hampir secaralangsung apakah sang pembicaranya maupun para penyimak; apakah
dia bersikap serta dapat menyesuaikan diri atau tidak, pada saat
Dia
mengomunikasikan gagasan-gagasannya, dan apakah dia waspada sertaantusias atau
tidak.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(Depdikbud, 1990: 114), berbicara berasal dari kata “bercakap”, kemudian
menjadi bicara yang berarti pertimbangan (pikiran); berbahasa namun
batasan ini susah untuk dipakaikarena disamakan antara keterampilan berbicara
dengan berbahasa, padahal berbicara merupakan dari keterampilan
berbahasa.Berbicara adalah salah satu kemampuan khusus manusia. Oleh karenaitu,
pembicara seumur dengan bangsa manusia.
(Henrikus, 1990: 14) mengatakan “bahwa
bahasa dan pembicaraan itu muncul, ketika manusiamengungkapkan dan menyampaikan
pikiran kepada manusia lain”.
Menurut Lagousi (1992: 25), berbicara
adalah Kegiatan menyampaikan pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan memakai bahasa
lisan “pesan verbal” dan dibantu oleh nonverbal.Berbicara adalah keterampilan
menyampaikan pesan melalui bahasalisan kepada orang lain.
Menurut Tarigan (1986: 15) berbicara
merupakansuatu bentuk perilaku manusia yang mengatakan faktor fisik,
psikologis,neorologis, semantik dan linguistik sedemikian ekstensif, secara
luas sehinggadapat dianggap sebagai alat manusia yang paling penting dalam
kontrol sosial.Berbicara adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan
tindakanmenyatakan sesuatu kepada seseorang dalam bentuk ujaran (bahasa
lisan).Pengertian tersebut memberikan gambaran bahwa berbicara atau
aktivtasmanusia dengan bahasanya yang terwujud dalam kegiatan
berkomunikasisecara lisan. Oleh karena itu, retorika pada hakikatnya senantiasa
berkaitandengan kegiatan manusia dalam berkomunikasi.
Berkomunikasi
yang dimaksud adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan
menggunakan bahasa
sebagai alatnya.
Menurut Semi, (1992: 2) berbicara perlu
dipelajari dan dilakukanmelalui latihan, orang tidak mungkin dapat berbicara
dengan benar bila ia tidak pernah mau mencoba berbicara di depan
orang banyak.
B.
RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas maka
dapat disimpulkan masalah sebagai berikut :
a. Bagaimana
cara berbicara supaya orang lain tidak mudah tersinggung.
b. Faktor
apa saja yang membuat orang lain tersinggung,marah,dan beringas saat berbicara.
C.
TUJUAN
Secara
umum makalah ini bertujuan untuk memperoleh hal apa saja yang dapat membuat
orang lain tersinggung, marah, dan beringas ketika berbicara.
D.
MANFAAT
Makalah ini diharapkan dapat bermanfaat, terutama bagi
penulis, Mahasiswa dan pembaca.
a. Manfaat bagi penulis
Manfaat
teoritis yaitu menambah wawasan khususnya tentang masalah yang kerjakan.
b. Manfaat bagi mahasiswa
Mahasiswa
dapat mengetahui kemampuan dan cara berbicara yang baik
c. Manfaat bagi pembaca
Makalah
ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk menambah pengetahuan dan
pengalaman dalam dalam membaca.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. HAKIKAT
BERBICARA
Hakikat
Berbicara sebagai Aspek Keterampilan Berbahasa. Berbicara adalah salah satu
jenis keterampilan berbahasa ragam lisan yang bersifat produktif. keterampilan
berbicara dan menyimak berhubungan secara kuat. Dalam konteks komunikasi,
pembicara berlaku sebagai pengirim (sender), sedangkan penerima (receiver)
adalah penerima warta (message). Warta terbentuk oleh informasi yang
disampaikan sender, dan message merupakan obyek dari komunikasi. Feedback
muncul setelah warta diterima, dan merupakan reaksi dari penerima pesan.
Keterampilan
berbicara pada hakikatnya merupakan keterampilan memproduksi arus sistem bunyi
artikulasi untuk menyampaikan kehendak, kebutuhan perasaan, dan keinginan
kepada orang lain.
B. UNSUR-UNSUR BERBICARA
Di
dalam kegiatan berbicara terdapat lima unsur yang terlibat yaitu:
a. Pembicara
b. Isi
pembicaraan
c. Saluran
d. Penyimak,
dan
e. Tanggapan
penyimak
Terdapat
pula delapan konsep dasar berbicara,yaitu:
1. Membutuhkan
paling sedikit dua orang, tentu saja pembicaraan dapat dilakukan oleh satu
orang dan hal ini sering terjadi misalnya oleh orang yang sedang mempelajari
banyak bunyi-bunyi bahasa serta maknanya atau oleh seseorang yang meninjau
kembali peryataan bank-nya atau oleh orang yang memukul ibu jarinya dengan
palu.
2. Menggunakan
salah satu sandi linguistic yang dipahami bersama, bahkan andai katapun
dipergunakan dua bahasa namun sating pengertian, pemahaman bersama itu tidak
kurang pentingnya.
3. Menerima
atau mengakui satu daerah referensi umum, daerah referensi yang umum mungkin
tidak selalu mudah kenal, ditentukan, namun pembicara menerima kecenderungan
untuk menentukan satu diantaranya.
4. Merupakan
suatu pertukaran antara partisipan, kedua pihak partisipan yang memberi dan
menerima dalam pembicaraan sating bertukar sebagai pembicara dan penyimak.
5. Menghubungkan
setiap pembicara dengan yang lainnya dan Iingkungan dengan segera. Prilaku
lisan sang pembicara selalu berhubungan dengan responsi yang nyata atau yang
diharapkan, dan sang penyimak dan sebaliknya. Jadi hubungan itu bersifat timbal
balik antara dua arah.
6. Berhubungan
atau berkaitan dengan masa kini. Hanya dengan bantuan berkas grafik material,
bahasan dapat luput dan kekirian kesegaran bahwa pita atau berkas itu telah
mungkin berbuat demikian, tentu saja merupakan salah satu kenyataan keunggulan
budaya manusia.
7. Hanya
melibatkan aparat atau perlengkapan yang dengan suara atau bunyi bahasa dan
pendengar. Walaupun kegiatan-kegiatan dalam pita audio atau lingual dapat
melepaskan gerak visual dan gerak material namun sebaliknya tidak akan terjadi
terkecuali pantornim atau gambar, takan ada pada gerakan dan grafik itu yang
tidak berdasar dan dan bergantung pada audio lingual dapat berbicara terus
menerus dengan orang-orang yang tidak kita lihat, dirumah, ditempat bekerja dan
dengan telpon percakapan percakapan seperti ini merupakan pembicaraan yang khas
dalam bentuknya yang paling asli.
8. Secara
tidak pandang bulu mengharap serta memperlakukan apa yang nyata dan apa yang
diterima sebagai dalil. Keseluruhan lingkungan yang dapat dilambangkan oleh
pembicaraan mencangkup bukan hanya dunia nyata yang mengelilingi para pembicara
tetapi juga secara tidak terbatas dunia gagasan yang lebih luas, yang harus
mereka masuki karena mereka dan manusia berbicara sebagai titik pertemuan kedua
wilayah ini tetap memerlukan penelaahan serta uraian yang lebih lanjut dan
mendalam.
C. HAL-HAL YANG MEMBUAT ORANG TERSINGGUNG,
MARAH, DAN BERINGAS
Marah merupakan emosi yang sehat seperti halnya
menangis atau tertawa. Jika seseorang marah, penyebabnya bisa karena kecewa,
takut, tersinggung atau merasa terluka.
Watak yang ada pada diri manusia.
a. Mudah
marah.
Secara
kejiwaan manusia mudah marah karena tidak sabar. Ingin segera terwujud kehendak
hatinya. Hati berkata bahwa lebih cepat lebih baik. Walaupun seringkali hasil
akhir dan akibatnya malah mengecewakan.
Biasanya
Manusia sering mudah marah bila selalu pasang target dalam segala hal. Target
waktu, target volume, target kondisi, dll. Satu hal saja meleset langsung
mendidih ubun-ubun.
b. Mudah
tersinggung
Orang mudah
tersinggung karena merasa direndahkan, dihinakan,Lebih tersinggung bila diri
merasa mulia dan wajib dimuliakan. Dan bila diri merasa wajib diperhatikan agar
merasa eksis.
Lebih
tersinggung lagi bila diri menuntut dilayani mahluk lain. Dan bila diri
menuntut hanya gambaran yang bagus atas dirinya adalah yang lebih baik.
BAB
III
PENUTUP
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari
pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa berbicara merupakan sebuah aspek
keterampilan, berbicara juga merupakan salah satu cara berkomunikasi dengan
orang lain.
B.
SARAN
Agar
orang lain tidak mudah tersinggung saat berbicara, seharusnya saat berbicara
kita harus menghargai pendapat orang lain dan tidak menganggap diri kita yang
paling benar.
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar